Lenovo G02: Awalnya Dikira Bajakan, Ternyata Berlisensi Tapi Bikin Geleng-Geleng Kepala

Pas pertama kali dengar kabar soal handheld gaming Lenovo G02 ini, saya langsung skeptis. Bayangin aja, ada gadget Lenovo yang nongol di pasaran dengan harga miring banget, tapi kok tampilannya kayak produk abal-abal? Belum lagi info yang beredar kalau isinya penuh sama game-game bajakan. Langsung deh kepikiran, ini beneran produk Lenovo apa cuma numpang nama doang?


Ilustrasi Crome-ID

Nah, ternyata setelah ditelusuri lebih lanjut, Lenovo G02 ini memang beneran produk yang punya "restu" dari Lenovo. Tapi, ya gitu deh, ada tapinya. Perusahaan raksasa asal Tiongkok ini ngaku kalau G02 ini dibuat lewat perjanjian lisensi regional khusus buat pasar Tiongkok. Jadi, secara resmi, ini bukan bagian dari lini produk global Lenovo. Makanya, jangan kaget kalau spesifikasi atau fiturnya beda sama produk Lenovo yang biasa kita temui di toko resmi.

Perjanjian Lisensi Regional, Kok Bisa Isinya Game Bajakan?

Di sinilah letak keanehannya. Meskipun Lenovo bilang G02 ini buat pasar Tiongkok dan dibuat lewat lisensi, kabar yang beredar kalau perangkat ini datang dengan ribuan game preloaded yang punya hak cipta. Termasuk beberapa judul game legendaris dari Nintendo. Waduh, ini sih jelas ilegal di banyak negara. Aneh banget, kok bisa-bisanya produk yang punya "izin" dari Lenovo malah ngumbar konten bajakan?

Ini bikin saya bertanya-tanya, kenapa Lenovo nggak bikin aja sendiri handheld murah meriah yang legal? Kan mereka punya pengalaman di dunia gaming portabel, lihat aja Legion Go atau lini Legion Phone mereka. Nggak mungkin kan mereka nggak punya sumber daya buat bikin perangkat sekelas ini dari nol?

Lenovo Akhirnya Buka Suara: Lepas Tangan Soal Penjualan Global dan Konten

Setelah jadi perbincangan hangat, Lenovo akhirnya angkat bicara. Mereka menegaskan kalau penjualan Lenovo G02 di luar Tiongkok, termasuk di platform seperti AliExpress, itu tidak mereka otorisasi. Penjualan tersebut bukan "dilakukan atau disetujui" oleh Lenovo. Intinya, mereka cuci tangan soal peredaran G02 di pasar internasional.

Soal game bajakan yang ada di dalamnya, Lenovo juga mengakui kalau perangkat yang dijual di luar Tiongkok memang datang dengan game-game berhak cipta. Mereka bilang akan meninjau laporan mengenai perangkat yang dijual dengan software pra-instal dari pihak ketiga dan akan mengambil "tindakan yang sesuai" jika memang diperlukan. Kita tunggu saja deh, tindakan seperti apa yang akan mereka ambil.

Spesifikasi Lenovo G02: Cukup Buat Nostalgia, Tapi...

Buat yang penasaran sama spesifikasi Lenovo G02, kira-kira begini detailnya:

  • Sistem Operasi: Linux
  • Prosesor: Quad-core 1.5GHz (tidak disebutkan mereknya)
  • Layar: 4.3 inci (resolusi 1.024 x 600 piksel)
  • RAM: 1GB
  • Penyimpanan Internal: 4GB (bisa diperluas dengan kartu memori)
  • Baterai: 4.000mAh

Dengan spesifikasi seperti ini, jelas G02 lebih cocok buat main game-game retro atau emulator ringan. Tapi, mengingat isu konten bajakan dan statusnya yang "abu-abu" di luar Tiongkok, mungkin ada baiknya kita pertimbangkan lagi.

Pendapat Kami

Series Lenovo G02 ini memang jadi contoh menarik soal perjanjian lisensi dan bagaimana sebuah merek besar bisa terlibat dalam produk yang punya masalah etika. Di satu sisi, Lenovo G02 menawarkan opsi handheld gaming yang terjangkau buat nostalgia. Tapi di sisi lain, isu game bajakan dan status penjualannya yang tidak resmi di luar Tiongkok jadi poin minus yang cukup besar. Kalau kamu cari handheld gaming Linux yang aman dan legal, mungkin lebih baik lirik merek lain yang memang fokus di segmen ini, seperti ANBERNIC, TrimUI, atau Miyoo. Pengalaman main game jadi lebih tenang tanpa was-was.jadi makin anteng dah main nya.